Sperma Berkualitas

Sperma Berkualitas

Penelitian yang dilakukan di Kinsley Institute, USA, menunjukkan bahwa pria rata-rata ejakulasi sekitar 5.000 kali sepanjang hidupnya. Cairan ejakulasi yang dikeluarkannya setara dengan 16 liter. Sekali ejakulasi, sperma yang dikeluarkan mencapai sekitar 20 juta sel.

Berikut sejumlah pertanyaan yang sering timbul sehubungan dengan sperma:
1. Apakah setiap cairan ejakulasi mengandung sperma?
Cairan ejakulasi yang normal terdiri dari sperma, cairan dari prostat, cairan lubrikasi dan kadang-kadang sedikit urin. Ejakulasi bisa saja tidak mengandung sperma jika pria bersangkutan mengalami gangguan pada testisnya atau saluran yang membawa sperma keluar. Vasektomy juga mencegah keluarnya sperma dari testis.

2. Apakah cairan ejakulasi selalu berwarna keputihan?
Warna cairan sperma bisa dijadikan rujukan. Cairan yang berwarna kekuningan menunjukkan adanya infeksi pada saluran kemih, sedangkan warna pink atau kecoklatan menandakan bercampur darah.

3. Apakah celana yang ketat mengganggu proses keluarnya sperma?
Benar. Celana ketat membuat testis terlalu menempel pada tubuh sehingga suhunya naik. Kenaikan suhu mengganggu produksi dan pelepasan sperma. Seharusnya suhu testis 2 derajat di bawah suhu tubuh.

4. Benarkah testis yang besar spermanya lebih banyak?
Benar. Testis yang besar mengandung saluran-saluran produksi sperma lebih banyak.

5. Apakah menelan sperma bisa hamil dan menularkan penyakit?
Menelan sperma bisa menularkan penyakit menular seksual, sedengkan menelannya tidak akan membuat hamil. Penularan bisa terjadi karena bibit penyakit dalam sperma bisa menembus lapisan lendir pada dinding usus.

6. Apakah sperma bisa dijadikan sumber identifikasi.
Bisa. Sperma tiap pria amat spesifik sesuai dengan DNA masing-masing. Bahkan bau, rasa dan konsistensinya tiap pria berbeda.

7. Apakah puasa seks bisa memperbanyak sperma?
Bisa. Puasa seks selama 3-7 hari bisa memperbanyak cairan ejakulasi dan jumlah sel spermanya. Namun penelitian terakhir menunjukkan bahwa walau kuantitas naik, kualitasnya justru turun.

8. Apakah usia berpengaruh terhadap produksi sperma?
Ya. Bertambahnya usia akan diikuti dengan menurunnya produksi hormon dan melemahnya otot-otot. Produksi sperma akan menurun, begitu juga kemampuan kelenjar prostat dalam memproduksi cairan nutrisinya.

9. Apakah wanita akan merasakan ejakulasi dalam vaginanya?
Tidak selalu, tergantung dari kuat tidaknya ejakulasi. Selain itu sebelum ejakulasi terjadi, umumnya vagina telah mengeluarkan cairan lubrikasi sehingga seringkali sulit membedakan mana cairan ejakulasi mana cairan sperma.

10. Bisakah ejakulasi tanpa ereksi?
Bisa. Pria yang menderita impotensi bisa saja ejakulasi tanpa ereksi. Walau darah tak bisa mengalir ke dalam organ seksualnya, namun cairan sperma yang menumpuk bisa saja dikeluarkan oleh tubuh.

11. Apakah obat-obatan bisa mempengaruhi ejakulasi?
Bisa. Obat-obatan yang berhubungan dengan masalah neurologi seperti anti depresi atau neuroleptik bisa berefek samping menghambat keluarnya cairan ejakulasi.

Sumber : http://www.kaskus.us