Salah Satu Argumen yang salah adalah, BANYAK orang memilih petting sebagai salah satu variasi bercinta yang tak berisiko menimbulkan kehamilan. Betulkah?

Menurut Direktur Mitra INTI Foundation Laily Hanifah Mkes, petting adalah melakukan aktivitas seksual dengan atau tanpa busana, tetapi tidak melakukan penetrasi penis ke dalam vagina. Jadi hanyalah sebatas gesekan saja ke alat kelamin wanita. Biasanya petting dilakukan pasangan sebagai pemanasan sebelum berhubungan seksual.

“Walaupun tanpa melepaskan pakaian, petting tetap dapat menimbulkan kehamilan karena sperma tetap bisa masuk ke dalam rahim. Ketika terangsang perempuan akan mengeluarkan cairan yang mempermudah masuknya sperma ke rahim. Sedangkan sperma itu sendiri memiliki kekuatan untuk berenang masuk ke dalam rahim jika tertumpah pada celana dalam yang dikenakan perempuan, apalagi jika langsung mengenai bibir kemaluan,” papar Laily panjang.

Menurutnya lagi, perempuan berusia 20-35 tahun sangat berpeluang hamil. Pada usia itulah perempuan mempunyai kualitas sel telur yang paling bagus. Begitu pun kualitas sperma pria memasuki puncaknya ketika berusia 20-40 tahun. Tapi dalam kasus tertentu, pria berusia 50 tahun pun masih dapat membuahi sel telur wanita.

Nah, agar tidak menimbulkan kehamilan, Laily pun menyarankan kepada pasangan untuk senantiasa menggunakan alat kontrasepsi, semisal kondom saat berhubungan seks.

Sumber : Okezone.com