Imam Khomeini

Imam Khomeini

Khomeini adalah nama yang selalu dirndukan oleh jutaan Muslim di seluruh dunia. ‎Tatapannya yang tajam menggetarkan Barat dan Timur. Pemimpin bersahaja ini telah ‎mengubah alur sejarah, bukan hanya Iran, negerinya, tetapi juga seluruh dunia.‎

Imam Khomeini (r.a) lahir pada tanggal 20 Jumada Thaniyah tahun 1321 hijriyah. ‎Kelahirannya bertepatan dengan hari lahir Sy. Fatimah Zahra putri Nabi Muhammad SAW. ‎Imam Khomeini yang terlahir dengan nama Ruhullah Mostafavi (Musavi) berasal dari ‎keluarga yang dikenal dengan ketinggian ilmu, taqwa dan perjuangan melawan kezaliman. ‎Ayah beliau, Ayatollah Sayid Mostafa Musavi gugur Shahid di tangan berandalan lokal karena ‎pembelaannya terhadap orang-orang yang tertindas. Ketika itu, Ruhullah masih berusia lima ‎bulan. ‎

Sepeninggal ayahnya, Imam Khomeini hidup di bawah bimbingan ibunya (Banu Hajar) yang ‎penyayang, bibinya (Sahebeh Khanoum) yang dikenal bertaqwa dan pemberani, serta ‎pengasuhnya yang saleh (Nane Khavar). Sejak kanak-kanak beliau sudah mempelajari ‎kemahiran berkuda dan menembak.‎

Periode Pertama
Masa kanak-kanak dan remaja dilewati oleh Sayid Ruhullah ketika Iran sedang mengalami ‎gejolak besar politik dan sosial. Sejak masa itu, Ruhullah telah mengenal dari dekat kesulitan ‎yang dialami oleh masyarakat umum. Keterlibatan keluarganya dalam membela hak-hak ‎kaum tertindas membuatnya kelak tumbuh menjadi pejuang hakiki. Ketika masih kanak-kanak ‎ia sering melukiskan perasaannya yang memprihatinkan kondisi masyarakat sekitar dalam ‎corat-coret buku gambarnya. Di masa remaja, perasaan itu semakin dalam ia rasakan. Dalam ‎salah satu bukunya yang ia tulis di masa remaja, Ruhullah yang kala itu masih berusia antara ‎‎9 dan 10 tahun menulis demikian; ‎

Di manakah kecemburuan Islam?‎
Di manakah gerakan kebangsaan? ‎

Kepada bangsa Iran Sayid Ruhullah menulis;‎
Wahai bangsa Iran, Iran terancam petaka
Negeri Daryush dijarah bangsa Nicholas (1‎

Tulisan itu bisa disebut sebagai statemen politik pertama yang dibuat oleh Sayid Ruhullah ‎remaja yang kelak akan memimpin bangsa Iran, sekaligus menunjukkan perhatiannya yang ‎besar kepada nasib negeri dan bangsanya. ‎

Sayid Ruhullah sangat tertarik kepada tokoh-tokoh pejuang. Ketika Mirza Kucik Khan Jangali ‎bangkit berjuang dengan mengangkat senjata, Ruhullah ikut membantu menyampaikan ‎pidato dan membaca syair tentang Mirza Jangali. Ia juga terlibat mengumpulkan dana untuk ‎membantu gerakan Mirza. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dengan ‎kelompok Jangali dan bertemu Mirza. (2‎

Pendidikan
Sayid Ruhullah Musavi (Mustafavi) memiliki kecerdasan yang luar biasa. Ia berhasil ‎menguasai berbagai cabang ilmu. Selain ilmu fiqih, ushul dan filsafat, ia juga menguasai irfan. ‎Kedalaman ilmunya diakui oleh para gurunya sendiri. Sayid Ruhullah belajar dari sejumlah ‎guru di kota Khomein, Arak dan Qom. Hanya dalam waktu enam tahun ia berhasil ‎mempelajari banyak cabang ilmu sebelum akhirnya mengukuhkan diri sebagai salah seorang ‎ulama dan pengajar di pusat ilmu Islam di kota Qom. (3‎

Pidato Resmi Pertama
Ketika masih menjadi pelajar agama di kota Arak, Sayid Ruhullah Mosavi yang kala itu ‎berusia 19 tahun untuk pertama kalinya mendapat kesempatan secara resmi berpidato di ‎depan umum. Pidato itu dalam acara memperingati tokoh penting Revolusi Konstitusi ‎Mojtahed Tabatabai. Pidato yang lebih mirip dengan statemen politik itu disampaikan oleh ‎seorang pelajar agama yang masih muda untuk mengenang jasa tokoh perjuangan Revolusi ‎Konstitusi. (4‎

Imam Khomeini mengenai hari itu menceritakan demikian;‎
‎”…Aku diminta untuk menyampaikan khotbah di atas mimbar. Tawaran itu aku terima dengan ‎baik. Malam itu aku tak banyak tidur, bukan karena takut berbicara di depan umum tetapi ‎karena meyakini bahwa aku bakal berdiri di mimbar milik Rasulullah SAW. Karena itu aku ‎memohon kepada Allah untuk memberikan pertolonganNya kepadaku, agar di antara semua ‎yang ku ucapkan sejak awal hingga akhir, jangan ada kata-kata yang tidak ku yakini. ‎Permohonan ini adalah ikrar antara aku dan Allah. Khotbahku yang pertama kali berlangsung ‎panjang, tapi tidak ada orang yang merasa lelah…Aku mendengar suara sebagian orang ‎yang memuji pidatoku. Terlintas di hatiku perasaan senang mendengar pujian itu. Karena itu ‎undangan kedua dan ketiga untuk berpidato aku tolak dan selama empat tahun setelah itu ‎aku tidak pernah naik ke mimbar dan berkhotbah.” (5‎

Periode Kedua
Periode ini dimulai ketika Sayid Ruhulah Mosavi hijrah ke kota suci Qom. Saat itu, Reza Khan ‎Pahlevi, raja pertama dinasti Pahlevi melanjutkan kebijakannya yang anti agama. Di masa ini, ‎Sayid Ruhullah yang sedang sibuk dengan aktivitas belajar, mengajar dan menulis buku, ‎mulai berkenalan dengan para ulama pejuang seperti Ayatollah Haj Agha Nurullah Esfahani, ‎Ayatollah Modarres dan sejumlah nama besar lainnya. Di masa kekuasaan Reza Khan ini ‎tercipta kondisi yang sangat mencekik. Karena itu para ulama berjuang untuk ‎mempertahankan dan melindungi hauzah ilmiah yang merupakan pusat pendidikan agama ‎Islam di Qom. Bisa dikatakan bahwa perjuangan mempertahankan hauzah di zaman itu tidak ‎kalah pentingnya dari membentuk pemerintahan Islam yang kelak terjadi tahun 1979. (6‎

Periode Ketiga
Periode ini dimulai ketika Imam Khomeini (ra) menginjak usia 40 tahun. Saat itu terjadi dua ‎peristiwa besar, pertama berkecamuknya Perang Dunia II dan jatuhnya Iran ke tangan ‎pendudukan asing, dan kedua larinya Reza Khan ke luar negeri dan anaknya yang bernama ‎Mohammad Reza naik ke singgasana kekuasaan. ‎

Melihat kondisi yang ada, Sayid Ruhullah Mosavi merasa bahwa inilah saat yang tepat untuk ‎melakukan gerakan kebangkitan demi memperbaiki kondisi negeri yang carut marut. Meski ‎telah melakukan banyak usaha, namun kebangkitan yang diinginkan tidak terjadi. Imam ‎Khomeini yang telah dikenal sebagai salah seorang ulama besar di Qom memiliki kecakapan ‎yang seharusnya untuk memimpin sebuah gerakan kebangkitan rakyat. Beliau sudah ‎merasakan 20 tahun kekuasaan Reza Khan dan memiliki wawasan politik yang luas. Pada ‎tanggal 11 Jumada Thani tahun 1363 hijriyah atau sekitar tahun 1944 masehi, Imam ‎Khomeini merilis sebuah statemen yang menyerukan rakyat bangkit dengan memanfaatkan ‎kondisi yang ada. “Hari ini bertiup angin ruhani yang sejuk dan hari ini adalah hari yang paling ‎baik untuk sebuah kebangkitan demi perbaikan. Jika kalian lewatkan kesempatan ini dan ‎tidak bangkit demi ridha Allah serta tidak mengambalikan syiar agama ke posisinya semula, ‎maka besok, orang-orang tak bermoral dan pengumbar Shahwat akan menguasai kalian. ‎Mereka akan mempermainkan kehormatan kalian demi kepentingannya.” Demikian bunyi ‎statemen itu. (7‎

Periode Keempat
Periode keempat kehidupan Imam Khomeini berbarengan dengan dua peristiwa duka. ‎Pertama adalah wafatnya Ayatollah al-Udzma Boroujerdi pada tanggal 29 Maret 1961. ‎Dengan wafatnya marji besar Syiah ini, dunia Islam kehilangan salah satu tokoh penting yang ‎membentengi Islam, dan di sisi lain musuh-musuh Islam dan Iran bersuka cita atas kepergian ‎Ayatollah Boroujerdi (ra). Peristiwa kedua adalah wafatnya Ayatollah Kashani, pejuang besar ‎dalam melawan kekuasaan imperialisme Inggris. Nama Ayatollah Kashani cukup membuat ‎hati penguasa Britania Raya dan musuh-musuh Islam bergetar. Wafatnya dua ulama besar ‎ini terjadi seiring dengan dimulainya periode masuknya pengaruh Amerika Serikat (AS) di Iran. ‎

AS gencar menekan rezim Shah Pahlevi untuk memberlakukan perubahan di semua bidang ‎sesuai kemauan Washington. Imam Khomeini menangkap sinyal bahaya besar di balik ‎perombakan gaya AS ini. Langkah-langkah rezim Pahlevi hanya akan membuka jalan bagi ‎AS dan Israel untuk menguasai Iran. Imam Khomeini gencar mengingatkan semua pihak ‎untuk menyadari bahaya dari langkah-langkah Shah. Rezim melakukan pembalasan atas ‎gerakan Imam dengan sebuah tindakan yang brutal. Tentara dan dinas keamanan (SAVAK) ‎tanggal 22 Maret tahun 1963, bertepatan dengan peringatan Shahadah Imam Jafar Shadiq ‎‎(as), dikerahkan untuk menyerang madrasah Feiziyah di Qom, tempat Imam Khomeini ‎mengajar. Banyak pelajar agama yang gugur Shahid dalam peristiwa itu.‎

Peristiwa Feiziyah semakin mendorong Imam Khomeini untuk melanjutkan gerakannya. ‎Memperingati 40 hari gugurnya para pelajar Feiziyah, Imam Khomeini menyampaikan ‎pidatonya yang berapi-api. Beliau mengumumkan tidak akan diam sebelum menundukkan ‎rezim Shah. Malam harinya, Imam Khomeini ditangkap dan dijebloskan ke penjara Qasr. Pagi ‎hari, berita penangkapan Imam Khomeini didengar oleh masyarakat luas di Tehran dan kota-‎kota lainnya. ‎

Massa dalam jumlah besar berbondong-bondong memenuhi jalanan dan bergerak menuju ‎istana Shah. Mereka berjalan dengan meneriakkan yel-yel “Khomeini atau Mati”. Dengan ‎slogan ini mereka menuntut rezim untuk membebaskan ulama pejuang ini. Rezim pun ‎melakukan tindakan brutal dengan membantai para demonstran. Korban pun berjatuhan.‎
Kepemimpinan Imam Khomeini dalam gerakan melawan Shah nampaknya reda ketika rezim ‎mengasingkan beliau ke Turki lalu Irak. Namun aktivitas perjuangan Imam Khomeini tidak ‎berhenti meski di pengasingan. Tahun 1978, putra tertua Imam Khomeini bernama Ayatollah ‎Sayid Mostafa Khomeini dalam sebuah peristiwa mencurigakan didapatkan terbujur kaku di ‎kamarnya. Banyak bukti yang mengarah kepada keterlibatan SAVAK dalam pembunuhan ‎Ayatollah Mustafa yang selalu menyertai ayahnya dalam setiap langkah. ‎

Syahidnya Ayatollah Mostafa Khomeini kembali menyulut gelora perjuangan yang selama ini ‎dilakukan di bawah tanah. Gelora itu kian membara setelah koran Ettelaat memuat tulisan ‎artikel yang menghujat Imam Khomeini dan kalangan ulama secara umum. Masyarakat ‎Muslim menggelar aksi demo dan memprotes kekurangajaran koran Ettelaat. Aksi demo itu ‎berujung pada peristiwa pembantaian yang dilakukan tentara terhadap warga kota Qom. ‎Gerakan kebangkitan rakyat silih berganti terjadi di beberapa kota penting, Qom, Tabriz, ‎Isfahan, Yazd, Shiraz dan kota-kota lainnya. Puncak politik tangan besi rezim Shah terjadi ‎pada peristiwa yang dikenal dengan nama peristiwa 17 Shahrivar 1357. ‎

Shah Mohammad Reza Pahlevi yang menyaksikan kondisi Iran sudah tidak memungkinkan ‎baginya untuk menetap lebih lama, segera angkat kaki meninggalkan Iran dan ‎singgasananya. Dengan larinya Shah, Imam Khomeini yang saat itu berada di Paris ‎memutuskan untuk kembali ke Iran. Jutaan warga menyambut kedatangan Imam Khomeini. ‎Tiba di Tehran, Imam langsung menuju Behesht-e Zahra, taman makam para pahlawan ‎perjuangan melawan rezim Shah. Di sana beliau menyampaikan pidatonya yang bersejarah. ‎Imam menyatakan bahwa kekuasaan yang ada saat ini tidak legal. ‎

Tiba tanggal 1 Februari 1979, Imam Khomeini segera memimpin langsung perjuangan rakyat ‎Iran menumbangkan kekuasaan despotik Shah Pahlevi yang sudah di ujung tanduk. Tanggal ‎‎10 Februari, PM Shapour Bakhtiar mengeluarkan undang-undang darurat militer dan jam ‎malam. Imam dalam sebuah amaran singkatnya menyebut jam malam tidak legal. Selama 24 ‎jam terjadi bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara yang masih setia kepada rezim ‎Shah. ‎

Pagi hari tanggal 11 Februari 1979, dengan kaburnya Bakhtiar ke luar negeri, kekuasaan ‎Shah Pahlevi berakhir. Sebagai gantinya berdiri pemerintahan baru dengan sistem Republik ‎Islam. ‎

Sejak kemenangan revolusi Islam hingga 2 Juni 1989 (hari wafat Imam Khomeini) terjadi ‎banyak peristiwa penting di Iran yang menunjukkan betapa Amerika Serikat (AS) memusuhi ‎pemerintahan Islam ini. Kelompok pemberontak sayap kanan atau kiri di Iran yang berusaha ‎menumbangkan pemerintahan Islam didukung secara penuh, baik secara politik maupun ‎financial, oleh Barat dan Timur. Adi daya dunia pun mendorong Saddam Hossein, dikatator ‎Irak untuk menyerang Iran. Perang pun meletus dan berlangsung selama delapan tahun.‎
Berbagai makar dan tipu daya dalam skala besar dilakukan oleh adi daya Barat dan Timur ‎untuk menggulung pemerintahan Islam di Iran. Namun berkat pertolongan Allah dan di bawah ‎kepemimpinan Imam Khomeini, semua tipu daya itu dapat digagalkan dan pemerintahan ‎Islam di Iran tetap berdiri dengan tegaknya. ‎

Tanggal 2 Juni 1989, Imam Khomeini memenuhi panggilan Tuhannya. Rakyat Iran tenggelam ‎dalam duka. Rasa duka juga dirasakan oleh jutaan pencinta Imam Khomeini di seluruh dunia. ‎Imam Khomeini, sang Pemimpin Besar Revolusi Islam telah tiada, namun rakyat Iran tetap ‎teguh memperjuangkan cita-citanya. Salam bagi Imam Khomeini (ra). (taghrib) ‎

Catatan kaki:‎
‎1) Kautsar (Kumpulan Pidato Imam Khomeini r.a), diterbitkan oleh Yayasan Penyusunan ‎dan Penerbitan karya Imam Khomeini, cetakan pertama, jilid 1 hal: 615 .‎
‎2) Sayid Ali Qaderi, Ruhullah Khomeini (Biografi Imam Khomeini r.a), Yayasan ‎Penyusunan dan Penerbitan karya Imam Khomeini, cetakan ketiga, jilid 1 hal: 232 – ‎‎236.‎
‎3) Amir Reza Sotoudeh, Pa be Paye Aftab (Kumpulan kisah hidup Imam Khomeini r.a), ‎jilid 1 halaman: 30.‎
‎4) Sayid Ali Qaderi, Ruhullah Khomeini (Biografi Imam Khomeini r.a), Yayasan ‎Penyusunan dan Penerbitan karya Imam Khomeini, cetakan ketiga, jilid 1 hal: 260, ‎juga Sar Gozashtehaye Vijeh jilid 6 halaman: 11.‎
‎5) Sayid Ali Qaderi, Ruhullah Khomeini (Biografi Imam Khomeini r.a), Yayasan ‎Penyusunan dan Penerbitan karya Imam Khomeini, cetakan ketiga, jilid 1 hal: 260‎
‎6) Buletin Khabar Nameh yang diterbitkan untiuk seminar Haj Agha Nurullah Esfahani ‎nomor 1 halaman 16 – 17 dan nomor 2 halaman 12 – 13, mengutip pernyataan ‎Ayatollah Pasandideh dan Ayatollah Mazaheri.‎
‎7) Sahifeye Nour, Yayasan Penyusunan dan Penerbitan karya Imam Khomeini, cetakan ‎ketiga, jilid 1 hal: 4 – 6.‎

Bulan suci Ramadhan hadir dengan keharuman Ahlul Bait Nabi as. Pada paruh bulan penuh berkah ini, malaikat sang pembawa cahaya mengiringi kelahiran putra pertama pasangan surga, Imam Ali as dan Fatimah Az-Zahra as. Hasan bin Ali terlahir ke dunia pada 15 Ramadhan 3 H di kota Madinah.
Imam Hasan senantiasa mendampingi Rasulullah saw. Terkadang ia duduk di pangkuan Nabi, terkadang pula Rasul memikul cucu kesayangannya itu di pundaknya. Setiap kali wahyu turun, ia pun mendengar langsung dari bibir Rasulullah saw dan menukilkannya untuk sang ibu, Sayidah Fatimah Zahra as. Saat Imam Ali as memasuki rumah, ia rasakan adanya perubahan, hingga kemudian ia mendengar kutipan ayat Al-Quran yang baru. Imam Ali as pun bertanya kepada Fatimah as, “Dari mana engkau nukil ayat ini?”. Putri Nabi as itu menjawab, “Putra kita, Hasan”.

Imam Hasan as hanya beberapa tahun saja hidup sejaman dengan Rasulullah saw. Ketika ia beranjak 7 tahun, datuk tercintanya, Nabi Muhammad saw pergi memenuhi panggilan Ilahi. Setelah kepergian Rasulullah, ia mendampingi ayahnya, Imam Ali as selama 30 tahun. Setelah syahidnya Imam Ali as, Imam Hasan memegang tampuk imamah sepanjang 10 tahun.

Sejatinya, keistimewaan terbesar yang dimiliki Imam Hasan adalah kepribadian beliau yang begitu mirip dengan Rasulullah saw. Meski ia adalah cucu Rasulullah saw, namun Nabi as selalu menyebut Imam Hasan sebagai putranya. Seluruh ulama dan sejarawan muslim juga meyakini hal itu. Mufasir Al-Quran, Jalaluddin Suyuti meyakini bahwa ayat 61 surat Ali-Imran merupakan bukti yang menguatkan masalah tersebut. Dalam penggalan surat Ali-Imran yang juga dikenal sebagai ayat mubahalah itu dinyatakan, “Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), Maka Katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak Kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri Kami dan isteri-isteri kamu, diri Kami dan diri kamu; kemudian Marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta”.

Para ulama sepakat, pada peristiwa Mubahalah, Imam Hasan dan Imam Husein as bersama Imam Ali dan Sayidah Zahra mendampingi Rasulullah saw. Dengan demikian sesuai dengan ayat tadi, ungkapan ‘anak-anak kami’ yang dimaksud tak lain adalah Imam Hasan as dan Imam Husein as. Di samping itu, hadis-hadis Rasulullah saw merupakan juga bukti lain akan hal ini. Ia senantiasa menyebut kedua cucu kesayangannya itu sebagai putranya. Nabi saw bersabda, “Hasan dan Husein as adalah dua putraku. Barang siapa yang mencintainya, maka ia mencintai aku pula”.

Suatu hari seorang lelaki menemui Imam Hasan as dan berkata, “Wahai Putra Ali as, Demi Tuhan yang memberimu nikmat begitu melimpah, bantulah kami dalam menghadapi musuh zalim yang menyerangku. Musuh yang tak menghargai orang-orang tua dan tak juga mengasihi anak-anak kecil”. Imam Hasan lantas berkata, “Siapakah musuhmu itu?”. Lelaki itu menjawab, “Musuhku adalah kemiskinan dan rasa gundah kelana”. Sejenak Imam as menundukkan kepala. Kemudian kepada pelayannya, beliau berkata, “Ambillah, harta yang ada didekatmu.” Si pelayan pun menyerahkan 5 ribu dirham, lantas Imam Hasan memberikan seluruh uang itu pada lelaki tadi.

Selama masa hidupnya, Imam Hasan as selalu dikenal sebagai seorang yang dermawan, penenang setiap kalbu yang didera kesusahan, dan pengayom kaum fakir-miskin. Tak ada seorang miskin pun yang datang mengadu kepadanya lantas kembali dengan tangan kosong. Terkadang, jauh sebelum si miskin mengadukan kesulitan hidupnya, Imam telah terlebih dahulu membantu mengatasinya dan tak membiarkannya harus merasa hina lantaran meminta bantuan. Imam Hasan as berkata, “Memberi sebelum diminta adalah kebesaran jiwa yang teragung”.

Imam Hasan adalah pribadi yang sangat agung, penyabar, sangat berwibawa dan teguh. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang sangat pemberani. Ketinggian ilmu dan hikmah beliau membuat kagum siapapun serta sangat bijak dalam memutuskan satu perkara.

Imam Hasan as adalah mitra musyawarah dan juga penolong setia ayahnya, Imam Ali as. Ia sangat aktif dalam menjalankan kepemimpinan umat. Di masa kekhalifahan Imam Ali as, setiap kali Amirul Mukminin sedang tidak berada di kota Kufah dan tidak bisa menjadi imam shalat Jumat, maka Imam Hasan as yang menggantikan posisi beliau. Selain itu, putra pertama Fatimah as itu juga menjadi penanggung jawab tanah dan harta yang ditetapkan sebagai wakaf oleh Rasulullah saw, Imam Ali as dan Sayidah Zahra as. Beliau memanfaatkan hasil dari tanah dan harta yang dikelolanya itu untuk membantu para fakir-miskin dan mereka yang memerlukan.

Keluasan pemikiran, ilmu, dan jiwa Imam Hasan as merupakan faktor penting dalam membimbing dan memimpin umat. Di masa imamahnya, Imam Hasan as berhadapan dengan masyarakat yang didera kebodohan dan kesesatan, sekelompok manusia yang hanya memikirkan kepentingan pribadi. Sedemikian lunturnya iman dan keyakinan mereka, sampai-sampai mereka biarkan Imam Hasan sendirian dalam berjuang mempertahankan ajaran suci Rasulullah saw. Imam Hasan as bahkan terpaksa menjalin hubungan damai dengan pemerintahan Muawiyah lantaran umat Islam di saat itu tak lagi siap untuk berperang menentang kezaliman. Ia bahkan berusaha mencantumkan sejumlah persyaratan dalam surat perjanjian damainya itu, supaya jangan sampai terjadi pertumpahan darah di antara sesama kaum muslimin. Setelah itu, Imam Hasan as melakukan strategi dakwah kultural. Beliau menyebarkan ajaran Islam yang hakiki kepada umat dalam pelbagai ranah kajian budaya, politik hingga pemikiran dan mengantarkan umat pada sumber ilmu dan makrifat.

Suatu ketika, Imam Hasan as ditanya, “Di manakah letak keagungan dan kebesaran?” Beliau menjawab, “Memberi di saat dikuasai amarah dan memaafkan kesalahan”.

Saat terjadi perang Jamal, Nahrawan, dan Sifin, Imam Hasan as selalu mendampingi Imam Ali as dan memainkan peranan penting dalam membela Islam. Suatu kali, Imam Ali as meminta putra pertamanya itu untuk mendampinginya mengadili suatu perkara. Saat Amirul Mukminin as menyaksikan kebijaksanaan Imam Hasan dalam mengadili suatu perkara, beliau pun memujinya dan berkata, “Wahai umat manusia sekalian, putraku Hasan mengetahui apa yang diajarkan Tuhan kepada Sulaiman bin Dawud”.

Syahdan, suatu ketika orang-orang melihat seorang lelaki tengah memegang pisau yang berlumuran darah di sisi sesosok tubuh yang tak bernyawa lagi. Mereka pun akhirnya membawa orang tersebut ke Imam Ali as dan menudingnya sebagai pembunuh. Imam pun bertanya kepada lelaki itu, “Apakah ada hal yang ingin kamu ceritakan?” Lelaki itu menjawab, “Aku terima tuduhan ini”. Namun, tiba-tiba datang seorang lelaki lain dengan tergesa-gesa dan berkata, “Lepaskan dia! Ia tak membunuh seorang pun. Akulah pembunuhnya”. Kepada lekaki yang dicekal sebelumnya, Imam bertanya kembali, “Mengapa kamu terima tudingan itu?” Dia menjawab, “Aku berada dalam posisi yang tak mungkin bagiku untuk mengelak. Sebab banyak orang yang melihatku berdiri di sisi jasad sementara pisau penuh darah berada digenggamanku. Namun sebenarnya, aku tengah menyembelih seekor kambing dan saat itu pisau penuh darah itu masih dalam gengamanku. Lantas dengan kagetnya, aku melihat lelaki berlumuran darah itu terseok-seok. Di saat itulah, orang-orang melihatku dan menangkapku dengan tudingan sebagai pembunuh”.

Imam Ali as lantas membawa kedua lelaki itu kepada Imam Hasan as untuk diputuskan perkaranya. Setelah mendengar keterangan mereka, Imam Hasan as memaafkan si pembunuh lantaran dengan kejujurannya telah menyelamatkan lelaki lain yang dituding sebagai pembunuh. Beliau memutuskan hal itu sesuai dengan Al-Quran, ayat 32 surat Al-Maidah, “…Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”. (irib/sejarah)

Oleh PHAIDON L TORUAN Pertandingan Beda “Mesin”

Saya membantu Lukman menyamakan massa otot atlet Indonesia dengan atlet dari negara lain. Ketika ”mesin”-nya sudah sama, baru kita bisa menyamakan tekniknya. Dengan demikian, Lukman bisa menerapkan semua teknik yang diperoleh dari berbagai pelatihan di China, Romania, dan negara lain.

Cara saya mengubah kapasitas mesin otot atlet adalah dengan mengubah komposisi otot dalam artian menambah massa otot. Untuk bisa mengubah komposisi otot, tidak hanya diperlukan lebih dari sekadar latihan keras, tetapi juga disiplin yang tinggi, atmosfer yang mendukung, manajemen waktu yang baik, serta diet yang ketat guna memenuhi semua kebutuhan nutrisi yang diperlukan.

Diet

Apakah Anda melihat kemiripan antara Tiger Woods, Le- Bron, Serena dan Venus Williams, serta Rio Ferdinand?

Mereka mengikuti kaidah diet yang umum dipakai oleh binaragawan. Kalau kita melakukan pemeriksaan tubuh, secara kasatmata kita akan melihat tubuh mereka memiliki lebih banyak otot, daya tahan lebih baik, dan kemampuan pulih mereka lebih baik.

Kenapa bisa demikian?

Satu nutrien yang penting di sini adalah protein. Menurut para ahli gizi dari berbagai negara, konsumsi protein orang normal, bukan atlet, adalah 1 gram per kilogram (kg) berat badan. Artinya, seseorang dengan berat 72 kg mestinya mengonsumsi 72 gram protein.

Putih telur, misalnya, per butirnya mengandung 3 gram protein. Dengan demikian, orang itu seharusnya mengonsumsi protein setara dengan 24 butir putih telur sehari. Ini adalah takaran orang biasa, bukan atlet.

Atlet seharusnya mengonsumsi protein lebih banyak karena aktivitasnya yang lebih banyak daripada orang biasa. Atlet profesional seharusnya mengonsumsi setara dengan 2 gram per kg berat badan. Jadi, atlet sepak bola dengan berat badan 72 kg, umpamanya, mestinya mengonsumsi setara dengan 48 butir putih telur setiap hari. Bahkan, untuk binaragawan, konsumsinya bisa dua kali atlet cabang olahraga lain.

Umumnya, orang Eropa dan Amerika memakan daging dalam jumlah cukup sehingga konsumsi protein mereka tinggi. Per potong steak ukuran normal beratnya sekitar 300 gram. Kadar protein dalam sepotong steak ini lebih kurang 30 persen. Artinya, mereka mengonsumsi 90 gram protein per sekali makan. Kalau dalam sehari bisa dihabiskan daging 600 gram-1 kg, berarti asupannya adalah 150-300 gram protein.

Fungsi protein

Protein memiliki fungsi yang sangat banyak di tubuh manusia. Maka, bila suplainya cukup, fungsi protein tersebut akan optimal.

Fungsi yang pertama adalah asam amino dalam protein membentuk creatine. Beberapa asam amino, seperti arginine, glycine, dan methionine (semuanya terdapat dalam ayam, ikan, daging, produk susu, dan telur), bila dikombinasikan akan membentuk creatine phosphate di hati.

Creatine adalah materi yang membantu meningkatkan tenaga otot dan membantu meningkatkan volume otot. Creatine sendiri telah berhasil diracik menjadi suplementasi makanan dan sangat populer di kalangan atlet profesional karena memberikan drug-like effect. Untuk mendapatkan creatine sebanyak 5 gram, seseorang mesti mengunyah daging sebanyak 1 kg. Jumlah 5 gram creatine per hari akan membantu seseorang meningkatkan kekuatannya 2-5 persen. Cukup besar, apalagi bila peningkatan tenaga ini dilakukan secara kolektif, katakanlah dalam sebuah tim sepak bola.

Fungsi kedua protein adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Protein sangat dibutuhkan untuk memproduksi enzim dan hormon yang mendukung sistem kekebalan.

Antibodi tubuh kita, pertahanan pertama terhadap serangan dari luar, sangat bergantung pada dukungan protein. Arginine, glutamine, histidin adalah tiga asam amino yang diperoleh dari sumber protein, yang merupakan pemain penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh kita.

Jika kita berolahraga dan asupan protein kurang, sistem kekebalan kita akan bekerja terlalu keras dan tubuh kita akan bergerak dari suasana anabolik ke suasana katabolik. Atlet yang berlatih sangat keras, apalagi profesional, selalu berada di batas kekuatan manusia. Karena itu, sistem kekebalan tubuh mutlak dijaga dengan sadar. Tanpa protein, daya kekebalan tubuh atlet akan mudah ”drop”.

Fungsi ketiga dari protein adalah membuat kita waspada. Kita menyadari bahwa untuk dapat berolahraga dengan keras, kita memerlukan karbohidrat. Secara paradoks, karbohidrat yang tinggi juga meningkatkan hormon serotonin di otak, yang membuat otak dan sistem saraf kita menjadi rileks.

Diet protein tinggi mengurangi efek lemas ini karena BCAA menggantikan tempat serotonin, sementara tyrosine yang banyak dijumpai di makanan berprotein tinggi meningkatkan jumlah hormon norepinephrine yang akan meningkatkan kewaspadaan.

Anda tentu mengamati bahwa banyak kejadian di mana atlet lalai pada lima menit terakhir pertandingan yang menyebabkan suatu tim ”kecolongan”.

Dari sini bisa dilihat, satu jenis nutrien saja, protein, bisa membuat perbedaan yang sangat besar. Apalagi kalau kita membahas keenam nutrien lain, yakni karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air, plus suplementasi makanan.

Belum dibahas

Salah satu hal yang tidak pernah dibahas dan dievaluasi secara detail dalam dunia olahraga di Indonesia adalah diet. Sekarang kita tahu bahwa diet adalah kunci dari massa otot yang lebih besar, yang output-nya adalah energi yang lebih tinggi dan stamina yang lebih bagus, kunci pemulihan yang lebih cepat sehingga bisa menerapkan teknik tinggi dalam olahraga.

Saya melihat ada semacam pengingkaran. Kita mengakui bahwa diet itu penting, tetapi mengingkari peranan diet dalam pelaksanaan sehari-hari bagi atlet. Selain itu, banyak orang dalam tim olahraga yang tidak tahu bagaimana harus memulai, bagaimana menjalankannya, apa alat ukur kemajuannya, dan bagaimana mengevaluasinya.

Saya merindukan suatu saat di kejuaraan dunia, orang Belanda, Argentina, Afrika Selatan, Brasil, dan Italia mengidolakan tim Indonesia. Kita pun menyaksikan tim sepak bola Indonesia masuk final Piala Dunia melawan Brasil atau Inggris. Hasilnya, kita menang karena mesinnya sudah disamakan.

Dr Phaidon L Toruan MM Penulis Buku Performance Nutrition

just Kopas karena sudah di tulis di kompas Jumat, 31 Juli 2009

Sperma Berkualitas

Sperma Berkualitas

Penelitian yang dilakukan di Kinsley Institute, USA, menunjukkan bahwa pria rata-rata ejakulasi sekitar 5.000 kali sepanjang hidupnya. Cairan ejakulasi yang dikeluarkannya setara dengan 16 liter. Sekali ejakulasi, sperma yang dikeluarkan mencapai sekitar 20 juta sel.

Berikut sejumlah pertanyaan yang sering timbul sehubungan dengan sperma:
1. Apakah setiap cairan ejakulasi mengandung sperma?
Cairan ejakulasi yang normal terdiri dari sperma, cairan dari prostat, cairan lubrikasi dan kadang-kadang sedikit urin. Ejakulasi bisa saja tidak mengandung sperma jika pria bersangkutan mengalami gangguan pada testisnya atau saluran yang membawa sperma keluar. Vasektomy juga mencegah keluarnya sperma dari testis.

2. Apakah cairan ejakulasi selalu berwarna keputihan?
Warna cairan sperma bisa dijadikan rujukan. Cairan yang berwarna kekuningan menunjukkan adanya infeksi pada saluran kemih, sedangkan warna pink atau kecoklatan menandakan bercampur darah.

3. Apakah celana yang ketat mengganggu proses keluarnya sperma?
Benar. Celana ketat membuat testis terlalu menempel pada tubuh sehingga suhunya naik. Kenaikan suhu mengganggu produksi dan pelepasan sperma. Seharusnya suhu testis 2 derajat di bawah suhu tubuh.

4. Benarkah testis yang besar spermanya lebih banyak?
Benar. Testis yang besar mengandung saluran-saluran produksi sperma lebih banyak.

5. Apakah menelan sperma bisa hamil dan menularkan penyakit?
Menelan sperma bisa menularkan penyakit menular seksual, sedengkan menelannya tidak akan membuat hamil. Penularan bisa terjadi karena bibit penyakit dalam sperma bisa menembus lapisan lendir pada dinding usus.

6. Apakah sperma bisa dijadikan sumber identifikasi.
Bisa. Sperma tiap pria amat spesifik sesuai dengan DNA masing-masing. Bahkan bau, rasa dan konsistensinya tiap pria berbeda.

7. Apakah puasa seks bisa memperbanyak sperma?
Bisa. Puasa seks selama 3-7 hari bisa memperbanyak cairan ejakulasi dan jumlah sel spermanya. Namun penelitian terakhir menunjukkan bahwa walau kuantitas naik, kualitasnya justru turun.

8. Apakah usia berpengaruh terhadap produksi sperma?
Ya. Bertambahnya usia akan diikuti dengan menurunnya produksi hormon dan melemahnya otot-otot. Produksi sperma akan menurun, begitu juga kemampuan kelenjar prostat dalam memproduksi cairan nutrisinya.

9. Apakah wanita akan merasakan ejakulasi dalam vaginanya?
Tidak selalu, tergantung dari kuat tidaknya ejakulasi. Selain itu sebelum ejakulasi terjadi, umumnya vagina telah mengeluarkan cairan lubrikasi sehingga seringkali sulit membedakan mana cairan ejakulasi mana cairan sperma.

10. Bisakah ejakulasi tanpa ereksi?
Bisa. Pria yang menderita impotensi bisa saja ejakulasi tanpa ereksi. Walau darah tak bisa mengalir ke dalam organ seksualnya, namun cairan sperma yang menumpuk bisa saja dikeluarkan oleh tubuh.

11. Apakah obat-obatan bisa mempengaruhi ejakulasi?
Bisa. Obat-obatan yang berhubungan dengan masalah neurologi seperti anti depresi atau neuroleptik bisa berefek samping menghambat keluarnya cairan ejakulasi.

Sumber : http://www.kaskus.us

Photobucket

dari deket :
Photobucket

Belakangnya : Kertasnya sengaja gak dilepas,😀
Manchester United

hari ini ( 6 januari 2009 )
Stock sisa 2pcs
Warna hitam n merah
Harga ? Silahkan hubungi saya😀

tadi malem ada seorang bapak yang menitipkan barang ini kerumah, dia bilang minta di carikan peminat buku kamus miliknya, saya lihat ni buku ternyata dibuat tahun 1895 atau 1906  (udah seratus tahun lebih umurnya), nih kamus pasti dicari kolektor, atau minimal kamus ni pasti udah ada dimuseumnya belanda, tapi jika ada kolektor yang berminat, bisa hubungi saya,

gambarnya :
handwoordenboek1

ada lagi nih isinya:
Kamus BELANDA - MELAYU LANGKA

satu lagi isinya:
Kamus BELANDA - MELAYU LANGKA
lagi nih gambarnya,
handwoordenboek2
nih gambar tahunnya,
handwoordenboek3
nih gmbar lainnya,
handwoordenboek4
nih cover depan
handwoordenboek5

semoga berkenan,

Pesan Ali Khamenei Cetak E-mail
ImagePemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei menyusul terjadinya pembantaian sadis warga Palestina di Jalur Gaza oleh Rezim Zionis Israel dalam pesannya mengutuk kerjasama pemerintahan George W. Bush dengan orang-orang Zionis dalam kejahatan besar ini. Beliau juga mengecam sikap bungkam dan ketidakpedulian lembaga-lembaga dunia dan sejumlah rezim Arab yang telah membuka pintu bagi rezim Zionis untuk melakukan kejahatan besar terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Beliau dalam pesan tertulisnya mengumumkan hari Senin sebagai hari berkabung umum dan menyeru kepada semua bangsa Muslim, para mujahid Palestina, juga kalangan politisi, ulama dan kaum cendekiawan dunia Islam untuk bersikap dan melaksanakan tugas yang mereka emban terkait peristiwa ini.
Bismillahirrahmanirrahim
Innalillahi wa Inna ilahi raji’un.

Kejahatan besar yang dilakukan Rezim Zionis Israel di Gaza dan pembantaian ratusan warga; laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tertindas, sekali lagi menunjukkan wajah bengis serigala-serigala zionis yang haus darah dan membuka kedoknya yang selama bertahun-tahun tersembunyi di balik tabir kedustaan. Kejahatan ini sekaligus menjadi peringatan bagi mereka yang lalai dan para pencari ‘damai’, akan bahaya besar dari kehadiran kelompok kafir harbi ini di jantung negeri umat Islam. Duka yang ditimbulkan oleh pembantaian sadis ini sangat memukul hati setiap insan Muslim, bahkan menyentak siapa saja yang memiliki hati nurani dan kehormatan, di manapun dia berada. Akan tetapi duka yang lebih besar dari itu adalah sikap bungkam bernuansa dorongan yang ditunjukkan oleh sejumlah rezim Arab dan yang mengaku menjadi bagian dari dunia Islam. Bukankah para penguasa negeri-negeri Muslim sepatutnya membela warga Gaza yang tertindas dan berhadap-hadapan dengan rezim perampas, kafir dan agresor, bukan malah menunjukkan sikap yang membuat para pejabat zionis menyebut mereka sebagai pihak yang setuju dengan kejahatan besar itu. Adakah petaka yang lebih besar dari ini?

Jawaban apa yang bakal diberikan kelak oleh para penguasa negara-negara itu ketika mereka berhadapan dengan Rasulullah SAW? Jawaban apakah yang bisa mereka berikan kepada rakyat mereka sendiri yang sudah pasti tengah berkabung atas terjadinya tragedi ini? Sudah pasti hati rakyat Mesir, Jordania dan negara-negara Islam tengah terpanggang menyaksikan pembantaian besar terhadap warga Gaza yang sebelum ini telah mengalami blokade berkepanjangan tanpa adanya suplai makanan dan obat-obatan.

Pemerintahan Bush yang telah melakukan banyak kejahatan, di hari-hari akhir kekuasaannya yang penuh cela kian menenggelamkan rezim Amerika Serikat ke dalam nista dengan keterlibatannya dalam pembantaian ini. Peristiwa Gaza semakin mempertebal berkas kejahatan perang pemerintahan Bush. Rezim-rezim Eropa kembali membuktikan kebohongan klaim-klaim mereka tentang Hak Asasi Manusia dengan sikapnya yang tak peduli bahkan mendukung terjadinya pembantaian besar ini. Sekali lagi mereka membuktikan bahwa mereka berada di barisan front yang memusuhi Islam dan umat Muslim.

Kini pertanyaan yang saya ajukan kepada para ulama dan para rohaniawan di dunia Arab, juga kepada para pemimpin di negeri manapun, bukankah kini telah tiba saatnya bagi Islam dan umat Muslim untuk merasakan adanya ancaman? Bukankah kini telah tiba saatnya bagi kalian untuk melaksanakan kewajiban mencegah kemungkaran dan menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim?

Adakah medan peristiwa lain yang lebih nampak jelas di depan mata ketimbang Gaza dan Palestina yang memperlihatkan kerjasama kaum kafir harbi dengan para munafik di tengah umat dalam aksi menumpas kaum muslimin, sehingga kalian baru merasa adanya kewajiban di pundak kalian?

Pertanyaan saya kepada media massa dan para cendekiawan di dunia Islam, khususnya di dunia Arab, kapan kalian akan mengakhiri sikap tak peduli terhadap kewajiban yang kalian pikul sebagai insan media dan kalangan cendekia? Adakah cela yang lebih besar bagi lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia di Barat dan lembaga yang disebut Dewan Keamanan PBB dari apa yang ada saat ini?

Semua mujahid Palestina dan semua insan mukmin di dunia Islam wajib melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk membela perempuan, anak-anak dan warga yang lemah di Gaza. Siapa saja yang terbunuh dalam menjalankan tugas mulia dan suci ini berarti dia mati syahid, dan semoga dia dibangkitkan kelak bersama para syuhada Badr dan Uhud yang berjuang bersama Rasulullah SAW.

Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus melaksanakan tugas dan kewajibannya pada situasi yang genting dan bersejarah ini. Organisasi ini hendaknya membentuk satu barisan bersama yang tegas dan tak reaktif dalam menghadapi rezim zionis Israel. Rezim Zionis harus dihukum oleh negara-negara Islam. Para pemimpin rezim pendudukan itu harus diseret ke pengadilan untuk diadili dan dihukum karena kejahatan ini dan karena aksi blokade berkepanjangan yang mereka lakukan.

Bangsa-bangsa Muslim bisa mewujudkan harapan itu dengan tekad mereka yang kuat. Tugas yang diemban oleh para politisi, ulama dan kaum cendekiawan pada masa yang genting ini lebih besar.

Saya mengumumkan hari Senin sebagai hari berkabung umum untuk mengenang pembantaian sadis di Gaza dan menyeru kepada para pejabat negara untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing terkait peristiwa yang menyayat hati ini.

وَ سَیعلَمُ ‌الذین ظَلَموا اَیّ مُنقلبٍ یَنقلبون

Dan kelak orang-orang zalim akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (Q.S Al-Syu’araa’: 227)

Sayyid Ali Khamenei
8 Dey 1387 HS (28 Desember 2008)
29 Dzulhijjah 1429 H
(Sumber: IRIB)

BUSH dilempar Sepatu oleh Wartawan Irak , mimpi apa tuh presiden semalem😀
laporan McClatchy bahwa Orang yang melempar sepatu ke arah Bush di AS pada saat konferensi pers adalah wartawan Irak:

SeOrang wartawan televisi Irak melempar dua sepatu di Presiden Bush pada hari Minggu selama joint berita konferensi Bush bersama dengan Perdana Menteri Irak Nouri al Maliki yang menandai penandatanganan dari US-perjanjian keamanan Irak.

Bush berkata perjanjian keamanan dibuat oleh US bergelombang ekspedisi awal tahun ini, whhen wartawan, Muthathar al MELEMPARKAN ke arah di presiden. “Ini merupakan kiss lagi, Anda anjing,” Zaidi yang lama.

Bush Mengelak, dan lemparan sepatu yang dua kali kesempatan itu tidak melukainya ( jago ngeles dia, lain kali mungkin kena =)) ) Bodyguards bergumul dengan cepat mendorong Zaidi ke lantai dan dia menendang dan teriak-teriak, dari kamar. Dua wartawan Irak lainnya yang ditahan sebentar setelah satu dari mereka yang disebut tindakan Zaidi’s “berani.”

hehehe.. mimpi apa tuh presiden, mana dikatain Anjing lagi, Untung gak di bunuh.

Salah Satu Argumen yang salah adalah, BANYAK orang memilih petting sebagai salah satu variasi bercinta yang tak berisiko menimbulkan kehamilan. Betulkah?

Menurut Direktur Mitra INTI Foundation Laily Hanifah Mkes, petting adalah melakukan aktivitas seksual dengan atau tanpa busana, tetapi tidak melakukan penetrasi penis ke dalam vagina. Jadi hanyalah sebatas gesekan saja ke alat kelamin wanita. Biasanya petting dilakukan pasangan sebagai pemanasan sebelum berhubungan seksual.

“Walaupun tanpa melepaskan pakaian, petting tetap dapat menimbulkan kehamilan karena sperma tetap bisa masuk ke dalam rahim. Ketika terangsang perempuan akan mengeluarkan cairan yang mempermudah masuknya sperma ke rahim. Sedangkan sperma itu sendiri memiliki kekuatan untuk berenang masuk ke dalam rahim jika tertumpah pada celana dalam yang dikenakan perempuan, apalagi jika langsung mengenai bibir kemaluan,” papar Laily panjang.

Menurutnya lagi, perempuan berusia 20-35 tahun sangat berpeluang hamil. Pada usia itulah perempuan mempunyai kualitas sel telur yang paling bagus. Begitu pun kualitas sperma pria memasuki puncaknya ketika berusia 20-40 tahun. Tapi dalam kasus tertentu, pria berusia 50 tahun pun masih dapat membuahi sel telur wanita.

Nah, agar tidak menimbulkan kehamilan, Laily pun menyarankan kepada pasangan untuk senantiasa menggunakan alat kontrasepsi, semisal kondom saat berhubungan seks.

Sumber : Okezone.com

“Berilah kemudahan pada seseorang yang sedang menghadapi kesulitan
kenapa kata2 itu terdengar “Indah” saat ini ?
karena itulah yang saat ini saya rasakan setelah keluar dari dalam ruangan kasir Rumah sakit Bunda Menteng Jakarta, kemarin 10 Oktober 2008.
Alhamdulillah semua kemudahan sudah saya dapatkan sejak lebih dua minggu lalu, tepatnya Senin 22 September 2008 jam 3 dini hari, Aliansyah Haidar kamal harus saya bawa ke ICU Rumah sakit Bunda Menteng Jakarta karena batuk yang sangat Dahsyat, hingga membuatnya kwalahan bernafas hingga membiru.Hufh . . . Sebuah Pengalaman yang gak bisa terlupakan dalam kepala dimana Haidar batuk-batuk dan seluruh wajahnya menghitam dan PLEK . . . terdiam beberapa Saat tanpa ada respon sedikitpun, Wuih. . . Orangtua mana yang tidak panik melihat pemandangan seperti itu.
akhirnya mulai hari itu, hingga kemarin . .. RESMILAH kami berlangganan “Absen dan Parkir” di Rumah sakit Bunda Menteng Jakarta,untuk menemani Haidar dan menangis dalam ruang tunggu pasien, karena Aliansyah Haidar Kamal di Rawat di NICU ( Neonatal Intensif Care Unit ) dengan harga perhari yang membuat bibir tersenyum 14 Terimakasih Rumah Sakit Bunda | Master Saeho, tapi hati menangis untuk seorang Wiraswasta Seperti saya, tapi, itulah Hidup . . . Pelajaran dari Allah tidak terbatas Ruang Waktu dan Materi, harus di hadapi dengan sabar dan ikhlas. Insya Allah hari Esok pasti akan ada rejeki yang lebih baik.
Setelah menjalani hari-hari yang menegangkan di Rumah Sakit Bunda Menteng jakarta, dan melalui masa-masa Kritis dan penuh Kejutan yang membuat Bolak-balik suasana dan Iman dalam hati, akhirnya kemarin tanggal 8 oktober 2008, Aliansyah Haidar Kamal di izinkan Pulang kerumah oleh Dr RismalaDewi, walaupun dalam Status ‘RAWAT JALAN” ( Yu Now wat Ai Min, kan ? ), menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya Sekeluarga, bahwa SEHAT ITU BERHARGA dan MAHAL, maka, jagalah KESEHATAN itu, terutama pada Anak-anak.
TERIMAKASIH RUMAH SAKIT BUNDA MENTENG JAKARTA, Dr Didit, Dr Risma, Dr Rismaladewi, Dr Ganesha, Dr Luh, Dokter ruang UGD Dr Ressi.Terimaksih Banyak pula untuk Seluruh Suster di Ruang NICU Rumah Sakit Bunda Menteng Jakarta,Suster Uci, Suster Yani, Suster Yeni, Suster Novi, mba Jum dan semua Suster di Ruang PNK yang sudah menemani Bayi Aliansyah selama masa perawatan.TERIMAKASIH pula pada unit KASIR ( ini Ruangan yang selalu membuat saya DAG-DIG-DUG setiap ada disana, 14 Terimakasih Rumah Sakit Bunda | Master Saeho ) Ibu Ani, Ibu Ria, Mr ANOM dan lain-lain, TERIMAKASIH atas Kebaikan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Semua, Semoga Kesembuhan Aliansyah Haidar Kamal bisa lebih CEPAT dan bisa SEHAT.
TERIMAKSIH untuk SUPPORT Moral dan MATERI pada Semua Saudara-Saudara saya di De’ HOMBLOZ (The jombloz Maksudnya 14 Terimakasih Rumah Sakit Bunda | Master Saeho ), Bro Otnay n Iwed, Bro Yono n Opi, Bro Abu n Ira, Bro Ancah n Windy, Bro Anton n Ica, Bro Prio n Cmong, Bro Joged n Tante Dessy, Bro Iyut, ( Saya doakan kesehatan n kebaikan kalian Semua, TERIMAKASIH ), Kaluarga besar www.KonsultanSEO.com ( terimaksih Banyak ).dan keluarga Besar dari faizal kamal dan Mella Fitriansyah , Juga kelaurga Ta’lim Arradhiyyah BINTARO, Babeh Indra n Ibu Hawa juga Mr Erin n Ibu Ina ( Terimaksih Banyak BANGET ).
Posting ini saya buat untuk menunjukkan pada Dunia bahwa kita gak bisa hidup sendiri, kita pasti perlu orang lain untuk membantu, apapun keperluan kita dan apapun Bantuan yang bisa diberikan orang lain untuk kita.
TERIMAKSIH Bro Ali , Master Saeho , Bapak Rino ( Bantuan Anda untuk saya sangat Berarti )
Tiadalah Maksud apapun untuk Posting ini melainkan sebuah PERINGATAN Kesehatan dan UCAPAN TERIMAAKASIH.
Terimakasih Rumah Sakit Bunda Menteng Jakarta dan Master Saeho
Faizal kamal untuk www.cingcong.com